Pilih Smart Air Conditioner

KOMPAS.com – Meski menyumbang persentase yang besar dalam tagihan listrik, animo masyarakat untuk membeli air conditioner (AC) tetap saja besar. Alasan untuk memberikan kenyamanan di tengah udara kota yang makin panas merupakan salah satunya. Nah, agar tak kelabakan di kemudian hari karena tagihan listrik yang membengkak, Anda perlu memilih AC yang tepat.

Staf pengajar Teknik Elektro Universitas Indonesia Dr-Ing Eko Adhi Setiawan memberikan kiat memilih AC yang hemat tanpa mengurangi kenyamanan. Ia mengatakan, teknologi AC telah mengalami perkembangan dan semakin hemat daya.

“Saat ini sudah beredar produk smart air conditioner. Jenis ini mampu mengatur suhu ruangan sehingga AC tak terus-menerus bekerja,” ujarnya kepada Kompas.com. Menurutnya, dengan menggunakan produk ini penggunaan energi listrik bisa ditekan seminimal mungkin.

Merunut perkembangan teknologi AC, setidaknya kini ada 3 jenis smart AC yang beredar. Jenis pertama bekerja dengan sistem “on off”. Jadi, ketika suhu sudah sesuai dengan yang diinginkan, AC akan menghentikan aktivitasnya. Ketika suhu naik lagi, AC pun akan hidup lagi agar suhu tetap terjaga sesuai yang di-setting.

Jenis kedua merupakan modifikasi dari jenis yang pertama. AC ini tidak bekerja dengan cara on off, tetapi mengurangi putaran kipasnya. Jenis ini mencegah konsumsi daya listrik yang besar saat AC mulai on lagi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa jenis AC ini lebih hemat dibandingkan dengan jenis pertama.

Tapi, yang paling hebat adalah jenis ketiga, AC berteknologi sensor. Jenis ini bisa mendeteksi keberadaan manusia di dalam ruangan. Hanya jika ada manusia di dalamnya AC akan bekerja. Sementara jika ruangan kosong, AC akan mengurangi aktivitasnya. Di samping itu, AC juga memiliki kemampuan pengaturan suhu seperti 2 jenis sebelumnya.

Peneliti Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Masyuri mengatakan, “Berdasarkan prinsip kerjanya, AC berteknologi sensor tersebut bisa dikatakan yang paling yang paling hemat. Ada baiknya memilih jenis AC ini.” Jadi, mungkin Anda bisa mencari jenis ini di pasaran.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, pemilihan teknologi yang hemat energi ini penting, namun hal yang lebih penting adalah faktor manusianya. “80 persen penggunaan energi tergantung pada faktor manusia. Sementara hanya 20 persen saja tergantung pada alat atau teknologinya. Kalau teknologinya hemat tapi manusianya tidak ya percuma,” katanya.

Oleh karena itu, penggunaan alat elektronik termasuk AC perlu diatur tak mengkonsumsi energi terlalu besar. Perilaku sederhana seperti mematikan AC saat meninggalkan ruangan atau saat suhu udara sudah cukup nyaman tanpa AC bisa dilakukan. dipadu dengan penggunaan smart AC, hal ini bisa mengurangi konsumsi energi dan biaya secara signifikan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*